GELAR TEKNOLOGI DI KECAMATAN PHT

Program Nasional PHT adalah menjamin kemantapan swasembada pangan, menumbuhkan kreativitas, dinamika dan kepemimpinan petani dalam menyebarluaskan penerapan PHT sehingga tercipta pembangunan pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dalam rangka meraih tujuan tersebut maka perlunya penerapan visi dari Program Nasional PHT yaitu pelembagaan PHT oleh petani. Pola pelembagaan PHT ini didasarkan pada aktivitas kelompok tani untuk mendukung pelembagaan PHT di tingkat desa hingga tingkat kecamatan yang disebut dengan Kecamatan PHT.

Kecamatan PHT merupakan wilayah/kawasan/daerah dimana masyarakat petaninya telah menerapkan kaidah-kaidah PHT dalam budidaya tanamannya secara berkelanjutan dan mandiri serta berkembangnya kelembagaan PHT, Regu Pengendali Hama (RPH) dan Pos Pelayanan Agensia Hayati (PPAH) di wilayah tersebut. Kecamatan PHT dicirikan dengan adanya berbagai kegiatan yang mendukung keberlanjutan penerapan PHT, penurunan serangan OPT, pengembangan SDM terkait penerapan PHT dan penguatan kelembagaan PHT. Penerapan dan pemasyarakatan PHT yang semakin membudaya, meluas, melembaga, dan berkelanjutan akan mendorong terbentuk dan berfungsinya kelembagaan PHT di tingkat petani dan jaringan petani PHT. Dukungan kuat dari petani, petugas jajaran pertanian, tokoh masyarakat, instansi terkait dan unit-unit pelayanan masyarakat diharapkan semakin memperkuat dan memperluas penerapan PHT di kecamatan PHT.

Salah satu kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi unggulan sebagai Kecamatan PHT adalah Kecamatan Nanggulan. Kecamatan Nanggulan adalah kecamatan PHT binaan langsung dari Dinas Pertanian DIY melalui UPTD BPTP dengan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Jakarta. Sejak di deklarasikan sebagai kecamatan PHT pada tahun 2013 lalu, kecamatan Nanggulan telah menerapkan kaidah-kaidah PHT dalam budidaya tanaman dan telah meningkatkan peran kelembagaan jaringan petani PHT di wilayahnya.  Hingga tahun 2014 ini, kecamatan Nanggulan sebagai Kecamatan PHT telah meningkatkan kualitas teknis budidayanya yang lebih efektif dan efisien yang berorientasi pada peningkatan keuntungan usaha tani berwawasan lingkungan. Meningkatnya arus kerjasama yang baik antara petani, kelompok tani, aparat pemerintah serta unit pelayanan lainnya yang diwujudkan dalam wadah kegiatan yang berfungsi sebagai unit komunikasi, unit belajar, unit usaha tani, dan unit swadaya petani, dapat menguatkan organisasi petani dalam pengelolaan ekosistem secara bersama-sama.

Kegiatan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Nanggulan sebagai Kecamatan PHT adalah sebagai berikut ;

  • Pengembangan studi/sains petani

Fokus kegiatan ini adalah peningkatan keanekaragaman hayati melalui rekayasa ekologi antara lain dengan penanaman tanaman refugia di pematang sawah. Selain itu juga pengembangan teknologi pengendalian OPT melalui penerapan agens hayati, pestisida nabati, PGPR, pupuk organik, dll.

  • Penguatan Advokasi

Bertujuan untuk meningkatkan kepedulian serta dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat setempat untuk memfasilitasi penerapan PHT melalui pemaparan, diskusi dan sarasehan.

  • Sosialisasi Program Kecamatan PHT

Menyebarluaskan informasi tentang manfaat penerapan PHT ditinjau dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan, keamanan pangan dan ketahanan pangan.

  • Pertemuan Koordinasi

Merancang agroekosistem melalui penelusuran budidaya, evaluasi implementasi penerapan prinsip PHT, evaluasi perkembangan OPT dan rencana tindak lanjut.

  • Inisiasi Pengembangan Klinik Tanaman

Klinik tanaman merupakan pemberian pelayanan terkait permasalahan OPT di tingkat petani oleh petani pengelola. Kegiatan ini menjadi media bagi petani dalam memecahkan masalah sehubungan dengan kerusakan tanaman yang diakibatkan oleh serangan OPT maupun penyebab lainnya.

  • SLPHT Petani ke Petani

Pemandu kegiatan adalah petani pemandu. Petani pemandu berperan dalam memasyarakatkan dan memperluas penerapan PHT dalam budidaya tanaman yang diterapkan oleh petani lainnya. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang mengacu pada Pedoman Teknis SLPHT Tanaman Pangan.

  • Pertemuan Teknis / Gelar Teknologi

Kegiatan ini merupakan media pertemuan antara petani, petugas, tokoh masyarakat, aparat setempat dan instansi terkait dalam rangka memperkuat dan mengembangkan kecamatan PHT. Berbagai topik diajukan untuk ekspose kegiatan yang telah dicapai sebagai sukses story kecamatan tersebut. Diantaranya adalah peningkatan keanekaragaman hayati, penurunan luas serangan OPT, penanganan DPI, pengembangan SDM, penguatan kelembagaan PHT, pengembangan jejaring usaha dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Dengan dilaksanakannya gelar teknologi di Kecamatan PHT diharapkan adanya peningkatan cara budidaya petani menjadi lebih efektif, efisien dan berwawasan lingkungan. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani pun dilakukan dengan sumber gagasan dari petani dan gerakan pengelolaannyapun juga dari petani secara mandiri. Organisasi petani diharapkan lebih kuat terutama dalam pengelolaan agroekosistem secara bersama-sama dan pada kegiatan lain yang mendukung proses pembangunan desa/kecamatan.

Dan Kecamatan PHT ini dapat terwujud secara berkelanjutan dan melembaga melalui peran dan dukungan yang konsisten dari semua pihak yang terkait dalam masyarakat.

Ditulis oleh : DAA. Pertiwi ( POPT Ahli Muda Dinas Pertanian DIY )
Sumber :
– Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2013. Pedoman Teknis Kecamatan PHT. Jakarta.
– Balai Proteksi Tanaman Pertanian Dinas Pertanian DIY. 2014. Ringkasan Laporan Kegiatan Kecamatan PHT. Yogyakarta.

... DISTAN GMAP ...