You are here: Informasi Berita Potensi Ekonomi Budidaya Padi Beras Hitam
 
 

Potensi Ekonomi Budidaya Padi Beras Hitam

E-mail Cetak PDF

 

Padi beras hitam yang hanya tumbuh dan dibudidayakan di daerah tertentu di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki nilai jual yang spesifik dan merupakan salah satu sumberdaya genetik. Saat ini keberadaan beras hitam sudah sangat langka, bahkan hampir punah, sehingga perlu upaya untuk menyelamatkannya. Dilihat dari segi ekonomi, beras hitam sangat menguntungkan dan memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Beras hitam sangat menguntungkan dan memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan.

Beras hitam sangat berbeda dibandingkan dengan ketan hitam, baik rasa, aroma, maupun penampilannya yang spesifik dan unik. Bila sudah dimasak, beras hitam warnanya hitam pekat, rasanya enak, dan aromanya menimbulkan selera makan. Di Kabupaten Sleman, beras hitam dikenal dengan nama Cempo Ireng atau beras Jlitheng, sedangkan di Kabupaten Bantul dikenal dengan beras Melik.

Beras hitam mempunyai khasiat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan sirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan (anti aging), sebagai antioksidan, menurunkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Survei untuk melihat potensi dan kelayakan usahatani padi beras hitam dilakukan di lahan petani di Desa Ganjur, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul pada MH 2008/2009 menunjukkan bahwa Benefit Cost Ratio(B/C) beras hitam diperoleh dalam bentuk gabah kering panen (GKG) adalah 1,39 dan dalam bentuk beras sebesar 1,58.


Produk beras hitam yang dihasilkan petani berupa beras organik sehingga harga jualnya relatif tinggi dibandingkan dengan non-organik. Harga jual beras hitam lokal cukup tinggi yaitu Rp 11.000,00/kg di tingkat petani produsen dan Rp15.000,00/ kg di pasar, bahkan harga beras hitam di supermarket di Yogyakarta mencapai Rp 25.000,00/kg. Tingginya harga jual beras hitam menunjukkan bahwa pengembangan usaha tani beras hitam selain mendapatkan keuntungan finansial, juga merupakan upaya pelestarian sumberdaya genetik untuk mencegah kepunahan plasma nutfah tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta.

sumber (http://yogya.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=893:potensi-ekonomi-budidaya-padi-beras-hitam&catid=14:alsin)