You are here: Informasi Artikel Perangkap Likat Kuning (yellow sticky trap) Teknologi Pengendalian OPT Cabai Ramah Lingkungan
 
 

Perangkap Likat Kuning (yellow sticky trap) Teknologi Pengendalian OPT Cabai Ramah Lingkungan

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 

Cabai merah (Capsicum annum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala yang dihadapi petani dalam usahatani Cabai. Untuk menyelamatkan tanamanya tidak jarang petani menerapkan berbagai teknologi budidaya yang sebetulnya tidak sesuai dengan ketentuan yang telah dianjurkan, misalnya dalam pengunaan pupuk, pestisida  dan bahan kimia lainnya.

Sebagai upaya dalam mengatasi masalah OPT tanaman Cabai, umumnya petani menekankan pada pengendalian secara kimiawi. Penggunaan pestisida  yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan, selain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, penggunaan pestisida secara intensif juga menyebabkan biaya produksi tinggi.

Dalam pengembangan agribisnis sayuran, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) masih relatif terbatas pada sebagian kecil komoditas sayuran prioritas. Dalam penerapannya, pendekatan ekologi lebih mendominasi dalam menentukan alternatif pengendalian OPT. Agar dapat memberikan keuntungan maksimal bagi petani, maka pendekatan ekonomi juga diperlukan untuk menentukan pemilihan suatu Teknologi. Pendekatan tersebut tidak bisa diterapkan secara parsial, karena ada  kemungkinan melalui pendekatan ekologi saja belum tentu  akan memberikan hasil yang sesuai dengan keuntungan ekonomi, demikian pula sebaliknya.

Pemantauan hama di pertanaman penting dilakukan untuk menentukan upaya preventif pengendalian hama, antara lain dengan menggunakan perangkap likat kuning (yellow sticky trap). Serangga umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. Serangga mempunyai dua alat detector yang penerima rangsang cahaya yaitu mata tunggal (oseli) dan mata majemuk (omatidia). Mata serangga ini dibedakan berdasarkan jumlah lensa yang dipunyainya. Kalau mata tuggal mempunyai lensa kornea tunggal sedangkan mata majemuk mempunyai lensa kornea segi enam. Fungsi tiap mata inipun berbeda-beda, kalau mata tunggal berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya yang diterima, sedangkan mata majemuk berfungsi sebagai pembentuk bayangan yang berupa mozaik. Dari penghilatan ini seranga bisa membedakan warna. Ada yang bisa membedakan warna biru dan kuning seperti lebah madu. Ada juga yang hanya bisa mengetahi warna kuning saja seperti kutu daun dan lalat pengorok daun. Ada juga yang tidak bisa membedakan warna apapun alias buta warna. Kemampuan membedakan warna pada seranga ini karena perbedaaan sel-sel retina mata pada serangga.

Membuat perangkap likat kuning (yellow sticky trap) sederhana dan Murah

Alat dan Bahan

  1. Botol kemasan air mineral
  2. Cat kayu/besi warna kuning
  3. Tiner/pengencer cat
  4. Torong
  5. Plastik bening ukuran 1 s.d 5 Kg tergantung ukuran botol kemasan air meneral
  6. Oli bekas atau lem tikus
  7. Tali raffia
  8. Ajir

Cara membuat :

Botol air mineral kita bersihkan jangan sampai ada bekas air atau minyak didalam botol kemudian cat kuning kita encerkan menggunakan tiner kemudian dimasukkan kedalam botol air mineral menggunakan torong sebanyak sepertiga bagian botol. Setelah itu botol ditutup dan diputar sehingga cat yang ada didalam botol bias mewarnai seluruh permukaan dalam botol, setelah warna rata sisa cat yang ada dalam botol di tuangkan kedalam botol air mineral yang lain yang masih bersih demikian selanjutnya sampai cat atau botol yang mau dicat kuning habis. Berdasarkan hasil uji coba untuk 1 kg cat bisa untuk mengecat botol kemasan air mineral ukuran 1,5 liter sebanyak 100 botol dan waktu yg diperlukan tidak sampai 30 menit. Setelah proses pengecatan selesai diamkan botol yang sudah dicat selama sehari semalam supaya kering. Kenapa yang dicat bagian dalam ? itu dikarenakan untuk mempermudah pengecatan selain itu cat yang didalam botol cenderung lebih tahan lama menempel dibandingkan dengan cat yang dioleskan di bagian luar karena akan cepat terkelupas.

 

Setelah cat di dalam botol kering, botol siap digunakan. Lapisi botol dengan plastik bening kemudian diberikan lem tikus yang sudah diencerkan dengan tiner atau menggunakan oli bekas sebagai perekat. Mengapa harus dilapisi dengan plastik bening? tujuannya adalah supaya botol tetap awet dan bisa digunakan berulang kali karena bila serangga yang terperangkap sudah banyak maka tinggal membuang plastiknya dan menggantikannya dengan plastik yang baru kemudian diberikan lagi perekat. Pada saat ini di pasaran banyak pelekat yang khusus disediakan untuk memerangkap serangga hama tetapi media botol kuning ini adalah yang paling mudah dan praktis penggunaannya, akan lebih baik lagi bila dikombinasikan antara lem perekat di pasaran dengan media botol kuning ini. Bila perekat sudah dioleskan merata pada plastik bening perangkap likat kuning siap diaplikasikan dilapang/areal pertanaman cabai. Metode pemasangannya perangkap likat kuning diikat pada ajir dengan ketinggian satu jengkal diatas tajuk tanaman, seiring tinggi tanaman perangkap likat kuning dinaikkan mengikuti tinggi tajuk tanaman supaya hasil bisa optimal, hal ini bertujuan supaya serangga hama langsung bisa melihat perangkap likat kuning diatas tajuk tanaman. Untuk areal tanaman cabai seluas 1000 m2 minimal di pasang perangkap likat kuning dengan botol ukuran 1,5 liter sebanyak 10 buah dengan metode pemasangan zig-zag atau gigi gergaji. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap yang baru, dengan cara melepas plastik dan menggantikannya dengan plastik yang baru dan diolesi lem perekat begitu selanjutnya sampai dengan tanaman habis masa panennya.

Perangkap likat kuning mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul di pertanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik. Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama di lapangan.

Ditulis Oleh :  Rais Sulistyo Widiyatmoko, S.Si (Pengendali OPT Muda Dinas Pertanian DIY)