MENTAN: Simpan Stok Bawang di Gudang, Saat Harga Anjlok

Brebes – Menteri PertanianDr. Ir. Suswono, MMA meminta kepada para petani bawang untuk menyimpan hasil panennya di gudang saat harga di pasar anjlok guna meminimalisir kerugian. Hal tersebut dikatakan Mentan saat melakukan kunjungan kerja ke Sub Terminal Agribisnis Jalabaritangkas, Larangan, Brebes pada sabtu (30/7/2011)

Menurut Mentan, cara tersebut efektif digunakan untuk menghindari kerugian yang lebih besar dari petani akibat permainan harga yangdilakukan para pedagang. Selain itu, resi yang dikeluarkan gudang penyimpanan bawang merah dapat digunakan para petani sebagai agunan untuk mengajukan pinjaman kredit ke perbankan, saat petani membutuhkan modal akibat harga hasil panen anjlok.

“Resi gudang adalah salah satu solusi agar petani tidak terpuruk atau mengalami kerugian besar akibat harga hasil panen anjlok, sehingga petani jangan memaksakan diri atau terburu-buru menjual hasil panen kepedagang,” paparnya.

Dijelaskan Mentan, selain dapat menggunakan resi gudang untuk keperluan pinjaman kredit ke bank, pemerintah juga menyalurkan modal untuk petani dan pelaku usaha lainnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 20 triliun per tahun, serta Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).

Lebih lanjut Mentan mengatakan, untuk pinjaman KUR melalui bank apapun dengan jumlah pinjaman maksimal Rp 20 juta tidak menggunakan agunan atau jaminan, sementara pinjaman di atas Rp20 juta nilai agunannya hanya20% dari jumlah pengajuan kredit, sehingga jika ada bank yang mempersulit petani untuk pengajuan pinjaman langsung laporkan ke Kementerian Pertanian. “Jika petani dipersulit saat mengajukan kredit, langsung laporkan melalui SMS kenomor 081383034444,” tuturnya. Sementara itu, untuk membantu pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes, pemerintah telah memfasilitasi Gapoktan untuk memasarkan produksi bawang merahnya di Pasar Tani.

Sumber Berita: www.deptan.go.id

... DISTAN GMAP ...