Perda No. 2 Tahun 2014

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, keamanan pangan merupakan atribut yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum atribut mutu lainnya. Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Pemerintah Daerah dan DPRD memberi perhatian yang cukup serius terhadap keamanan pangan yang beredar di DIY, yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2014 tentang Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan.

Keamanan pangan menurut Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Apa itu PSAT???

PSAT atau Pangan Segar Asal Tumbuhan adalah pangan yang berasal dari tumbuhan dan belum mengalami pengolahan serta dapat dikonsumsi langsung dan atau menjadi bahan baku pengolahan pangan. Sedangkan Penjaminan Mutu dan Kemanan PSAT adalah upaya terpadu yang meliputi pengaturan, kebijakan pengendalian, pengembangan dan pengawasan PSAT.

Dalam Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2014 disebutkan bahwa tujuan dilakukannya penjaminan mutu dan kemanan PSAT meliputi :

  1. Tersedianya PSAT yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi bagi kepentingan kesehatan.
  2. Terciptanya sistem produksi dan perdagangan PSAT yang jujur dan bertanggung jawab.
  3. Terciptanya pasar bagi produksi PSAT daerah.
  4. Terwujudnya kegiatan penjaminan mutu produksi PSAT.
  5. Pemberian jaminan dan perlindungan bagi masyarakat.

Berdasarkan tujuan tersebut, bahwa setiap pemasaran PSAT yang berasal dari dalam daerah (DIY), harus memenuhi persyaratan keterangan asal usul PSAT sedangkan luar daerah maupun luar negeri harus memenuhi persyaratan yang dibuktikan dengan keterangan asal usul PSAT dan atau sertifikat mutu. Selain persyaratan tambahan bagi pemasaran PSAT dari luar negeri yang berupa surat izin usaha impor, surat keterangan lolos uji karantina, surat izin khusus dari Pemerintah Daerah dan PSAT yang tidak termasuk larangan impor.

Keterangan asal usul PSAT merupakan keterangan yang minimal memuat nama pelaku usaha, alamat pelaku usaha, lokasi produksi/pengumpulan, jenis komoditas dan volume. Keterangan asal usul ini tercatat pada manajemen pasar tradisional/pasar induk/hotel/restoran dan rumah sakit.

Sedangkan Sertifikat mutu merupakan sertifikat jaminan mutu yang berupa sertifikat Prima (1,2,3) untuk produk buah dan sayur segar, PD untuk produk biji-bijian dan produk antara seperti tepung. Sertifikat Prima 2 dan 3 serta PD dikeluarkan oleh OKKPD (Otoritas Kompetensi Keamanan pangan Daerah). Selain itu, ada juga sertifikasi organik yang dilkeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik.

Jenis PSAT yang harus memiliki keterangan asal usul dan sertifikat mutu adalah sebagai berikut :

  1. Buah-buahan : alpokat, jeruk, duku, durian, jambu, mangga, nanas, papaya, pisang, rambutan, salak, sawo, semangka, belimbing, manggis, nangka, markisa, sirsak, sukun, pir, apel, buah naga, kelengkeng, kiwi dan komoditas lain yang dikonsumsi.
  2. Sayuran : bawang merah, ketimun, brokoli, kacang panjang, kentang, kubis, tomat, wortel, cabe, terong, poksai, bawang daun, kangkung, lobak, labu siam, buncis, bayam, bawang putih, kembang kol, melinjo, petai dan komoditas lain yang dikonsumsi.
  3. Biji-bijian : kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, kacang tanah, kacang koro, merica, ketumbar, kemiri, jintan, pala, beras dan komoditas lain yang dikonsumsi.
  4. Jamur : jamur kuping, jamur tiram, jamur merang, jamur kancing dan komoditas lain yang dikonsumsi.
  5. Dari sisi keamanan PSAT ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu persyaratan teknis, higienis, aman dari pengaruh cemaran bahan kimia dan cemaran biologis.
  6. Persyaratan teknis berupa keamanan mutu dan gizi, serta spesifikasi baku mutu yang meliputi keseragaman ukuran, warna, tingkat ketuaan atau kematangan dan persentase kerusakan.

    Persyaratan higienis meliputi standar kesehatan, tidak terdapat jasad renik pathogen atau jasad renik yang membahayakan kesehatan dan atau jiwa manusia bila dikonsumsi.

    Aman dari pengaruh cemaran bahan kimia yaitu tidak menimbulkan pengaruh buruk yang diakibatkan oleh bahan racun atau berbahaya, residu pestisida, logam berat, bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya. Sedangkan aman dari pengaruh cemaran biologis yaitu tidak menimbulkan pengaruh buruk yang diakibatkan jasad renik pembusuk dan patogen.

    Dengan diterbitkannya Peraturan Daerah no 2 tahun 2014 ini, dibutuhkan kesiapan bagi para pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan yang dimaksud. Khusus untuk PSAT dalam daerah (DIY) menjadi tantangan bagi kita sebagai pembina dan pendamping pelaku usaha untuk menghasilkan PSAT yang aman dan bermutu yang dibuktikan dengan sertifikat jaminan mutu.

    Penulis:
    Maftuchatul Chaeriyah, S.TP, M.Ec.Dev.
    NIP. 19781224 200501 2 001
    Pengawas Mutu Hasil Pertanian

... DISTAN GMAP ...