Waspada ANTHRAX

Penyakit Anthrax disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri ini mempunyai spora dan kapsul, tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim, tumbuh optimal pada suhu 35-37⁰C, mati pada suhu 540C (30 menit), peka terhadap antibiotika dan proses pembusukan.

Sesuai dengan Peraturan Dirjen Peternakan No. 59/Kpts/PD.610/05/2007, Anthrax merupakan salah satu penyakit hewan menular (PHM) strategis nasional yang mendapat prioritas pengendalian dan atau pemberantasannya.

Anthrax penting diwaspadai karena tingkat kematian hewan penderita tinggi dan akut, bersifat zoonosis dan kematian pada manusia, sulit diberantas (berspora), dan dapat digunakan sebagai senjata biologis.

Hewan yang Terserang:

  1. Ruminansia seperti sapi, kambing, domba, kerbau (sangat rentan).
  2. Babi dan kuda (sedang).
  3. Karnivora (kurang rentan).
  4. Burung, kecuali burung unta (tidak rentan/resisten).
  5. Tidak menyerang hewan berdarah dingin.

Sumber Penularan:

  1. Hewan atau ternak penderita anthrax.
  2. Bahan makanan asal hewan yang tercemar spora atau kuman anthrax.
  3. Tanah, tanaman dan air serta media lainnya yang tercemar spora atau kuman anthrax.

Cara Penularan:

  1. Penularan Anthrax Pada Hewan: Hewan memakan rumput yang tercemar spora anthrax, Rumput yang berspora karena tercemar tanah, darah dan kotoran penderita anthrax.
  2. Penularan Anthrax Pada Manusia:
  3. Kontak langsung dengan kuman penyakit yang ada di tanah atau rumput, hewan yang sakit maupun bahan-bahan yang berasal dari hewan yang sakit seperti kulit, daging, tulang dan darah.
  4. Spora terhirup orang yang mengerjakan bulu hewan (bulu domba).
  5. Memakan daging hewan yang sakit atau produk bahan asal hewan seperti sate, dendeng dan abon.
  6. Gigitan vektor atau pembawa kuman anthrax, misalnya lalat piteuk (Tabanus sp.).

Gejala Hewan yang Terkena Anthrax:

  1. Pada sapi biasanya ditandai dengan demam, gelisah, menanduk benda keras, paha gemetar, nyeri pada perut dan pinggang. Pada puncak penyakit darah keluar dari lubang kumlah (dubur dan hidung), kencing berdarah dan hewan mati mendadak. Darah yang keluar berwarna merah tua seperti kecap, agak berbau amis dan busuk serta sulit membeku.
  2. Pada domba atau kambing gejala terlihat perakut, hewan tiba-tiba pusing dan berputar-putar, gigi gemeretak, nafas berat, tinja dan kencing berdarah. Hewan tiba-tiba mati.
  3. Pembengkakan di daerah leher, dada, sisi lambung, pinggang dan alat kelamin luar.

Pasca Mati Hewan yang Terkena Anthrax:

  1. Bangkai cepat membusuk, cepat menggembung.
  2. Darah berwarna hitam seperti terkeluar dari anus, hidung dan mulut.
  3. Selaput lendir kebiruan.
  4. Penyembulan rectum dan pendarahan.
  5. Jika dilakukan bedah bangkai ditemukan pembengkakan limpa.

Gejala Anthrax Pada Manusia

Anthrax pada manusia terdapat dalam 4 bentuk:

  1. Tipe kulit melalui kontak kulit yang terluka dengan spora anthrax, dengan gejala demam, borok atau keropeng yang berwarna hitam di bagian tengahnya.
  2. Tipe pencernaan (masa inkubasi 12 – 18 jam) dengan gejala demam, muntah darah, sakit perut dan mencret.
  3. Tipe pernafasan dengan gejala demam, sesak nafas, batuk darah. Penularan melalui terhirupnya spora anthrax ke dalam saluran pernafasan. Masa inkubasi 1 – 2 hari.
  4. Tipe otak dengan gejala sakit kepala, kuku kuduk, kesadaran menurun dan kejang.

Pencegahan Anthrax

  1. Pada Hewan:
  2. Menjaga kebersihan kandang.
  3. Vaksinasi anthrax.
  4. Melaksanakan prosedur penyembelihan ternak dengan benar yaitu dengan cara ternak dipotong di RPH (Rumah Pemotongan Hewan). Ternak diistirahatkan minimal 12 jam sebelum disembelih. Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan ante mortem, penyembelihan sesuai dengan tata cara Islam di bawah pengawasan petugas yang berwenang dan pemeriksaan daging (post mortem). Pemberian cap/stempel pada daging sebagai tanda bukti sehat dan layak dikonsumsi, jika hewan diduga dan atau positif anthrax dilarang untuk disembelih.
  5. Setiap ternak atau bahan asal hewan yang diperjualbelikan harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Bahan Asal Hewan dari daerah asal ternak.
  6. Pada Manusia:
  7. Dilarang keras memakan daging yang tercemar anthrax. Memanfaatkan atau bersentuhan dengan daging, jeroan, kulit, tanduk, tulang, dan rambut atau bagian tubuh lainnya dari hewan/ternak penderita anthrax.
  8. Mencuci bersih bahan makanan sebelum dimasak.
  9. Memasak daging sampai matang. Spora anthrax dapat dimusnahkan pada suhu 90⁰C selama 45 menit atau 100⁰C selama 10 menit. Spora juga dapat musnah pada oven dengan suhu 140⁰C selama 3-4 jam, autoclave 120⁰C, 2 atm selama 30 menit.
  10. Mencuci tangan sebelum makan.

Sumber: Sie Kesmavet Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi DIY.
Sumber Gambar: www.google.co.id

... DISTAN GMAP ...